Berusaha bukan berarti putus menuntut ilmu




Banyak orang yang berkata bahwa dia sangat sibuk mengurus bisnisnya. Sampai-sampai tidak sempat lagi “belajar”. Atau ada juga stigma / pandangan mengenai tidak perlunya bangku pendidikan formal kalau ingin menjadi pengusaha.
Kalau kita lihat dari hasil statistik (data riil yang dihimpun dari berbagai perhitungan ilmiah) mengenai orang-orang sukses, ternyata rata-rata adalah orang yang menempuh dunia pendidikan formal. Dan mereka merupakan orang-orang yang cerdas. Tidak hanya sekolah-sekolah saja. Bahkan dari berbagai kisah anak-anak yang di drop out (DO) dari kampusnya seperti Bill Gates (Microsoft) dan Mark Zuckenberg (Facebook) mereka dulunya adalah pemuda yang cerdas yang masuk ke perguruan tinggi ternama. Dan dari situ mereka pun memiliki jaringan yang banyak.
Sebenarnya esensi dari bersekolah adalah kita dapat bersosialisasi dengan teman-teman yang mana teman tersebutlah yang nantinya menjadi relasi kita di masa depan. Bersekolah tidak hanya menuntut ilmu saja, tetapi juga memperluas jaringan kita. Khususnya nanti ketika kelak kita sudah masuk ke dalam masa bekerja sebagai professional.
Maka dari itu sekolah atau pun berkuliah tidak hanya mengejar nilai semata. Dengan memiliki banyak teman tentunya akan banyak rejeki. Di masa depan misalnya teman kita tersebut apakah sudah menjadi pejabat atau pun petinggi perusahaan, maka kita sudah punya hubungan dekat denganya. Nah tentunya hal tersebut akan lebih memudahkan kita dalam melakukan khususnya hubungan bisnis. Daripada harus membangun hubungan kepercayaan dari nol. Dengan sudah menjadi teman sejak lama maka hubungan kepercayaan akan lebih mudah untuk terjalin.
Menuntut ilmu dari sector non formal
Kalau kita bicara menuntut ilmu dari sekolah formal seperti yang kita bahas pada pembahasan di atas misalnya, saat ini kita bicara mengenai menuntut ilmu dari sector non formal. Pada dunia bisnis memang tidak banyak dijumpai di sekolah-sekolah. Praktik pada dunia bisnis sangat jauh berbeda dengan teori yang kita dapat dari bangku sekolah. Pada dasarnya bangku sekolah tersebut adalah tempat dimana kita bisa mengubah mindset atau cara berpikir kita terhadap segala sesuatu. Dalam pengambilan keputusan misalnya.
Kalau kita berbicara mengenai ilmu bisnis yang bersifat teknis misalnya, ini memang mau tidak mau kita harus belajar dari lapangan. Kadang kita tidak menjumpai di teori yang ada di sekolah. Ataupun hal tersebut bukanlah bidang kita. Misalnya ada orang ekonomi yang bekerja di bidang teknik yang mengharusnya dia belajar mengenai ilmu teknik. Dengan kesempatan sekolah yang sudah sangat sulit kemungkinannya untuk ia ikuti maka caranya adalah dengan menuntut ilmu secara informal.
Menjadi pengusaha di bidang yang bukan merupakan latar belakang anda merupakan sebuah tantangan. Bagi anda yang haus dengan ilmu atau inovasi pastinya tidak akan berhenti untuk senantiasa mencari ilmu dari berbagai sumber. Walaupun ilmu tersebut tidak memiliki ijasah yang bisa menjadi nilai juga Anda. Ilmu tersebut Anda jadikan bahan bakar untuk memperbesar usaha anda sudah semakin memiliki kekokohan dan kebesaran kerajaan bisnis yang luar biasa.
Dari artikel ini dapat kita simpulkan bahwasanya menjadi pengusaha itu wajib menimba ilmu dari berbagai macam hal. Yang pertama adalah ilmu yang kita dapati dari bangku sekolah atau perkuliahan, dan ilmu yang kita dapati dari sector informal. Dengan meningkatkan ilmu tersebut, tentunya akan sepadan dengan peningkatan usaha Anda. Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis yang besar dan kompleks tentunya Anda harus membekali diri anda dengan ilmu yang tidak cetek juga. Oleh sebab itu janganlah sombong terhadap ilmu. Mari kita senantiasa meningkatkan ilmu kita untuk belajar lebih baik dan sempurna lagi.




 
Kereta Mini Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *