Bagaimana jika usaha odong-odong yang dibalut dengan teknologi?

startup ilustration




Kali ini kita mau coba berandai-andai, mencari inspirasi bagaimana sekiranya jika usaha odong-odong dibalut dengan teknologi. Mengingat potensi GDP yang tidak kecil dari sektor odong-odong yang kurang lebih seperti industri ojek nasional yang belum tercatat sebelumnya.Namun bagaimanakan membuat bentuk perapihan industri wahana hiburan odong-odong ini dalam satu wadah legal yang secara langsung dapat membantu republik ini menghitung potensi pendapatan nasionalnya.

trackless train di Indonesia
odong odong kereta mall fiberglass 2019

Dalam benak pemikiran liar yang ada dalam pikiran saya
pribadi, industri wahana mainan anak dan keluarga menjadi industri yang sangat
seksi ke depannya. Seiring dengan berkembangnya berbagai wilayah di Indonesia
ini. Pembangunan areal pemukiman yang diiringi dengan tempat hiburan anak dan
keluarga.

Tak ubahnya seperti gojek

Bagaimana jika seorang anak muda menemukan terobosan baru mengenai startup “odong-odong”. Saya yakin startup tersebut tidak berbeda jauh dengan potensi startup yang saat ini sudah menjadi decacorn yaitu gojek! Baik ojek dan odong-odong memiliki ciri-ciri yang banyak beririsan diantaranya adalah dilakukan oleh rakyat hampir di setiap daerah di Indonesia. Masyarakat yang memiliki motor sendiri untuk disewakan sebagai ojek, sama seperti masyarakat yang memiliki odong-odong dan disewakan untuk hiburan anak-anak atau keluarga. Sistem ojek lama yang menggunakan cara konvensional dengan order melalui ojeknya langsung begitu  juga dengan odong-odong.

sumber gambar: motorplus online

Memang odong-odong tidak bisa dipanggil seperti ojek. Ide
untuk merevolusi industri odong-odong dengan teknologi adalah masalah controlling.
Untuk bisa membuat solusi bagi masyarakat pastinya kita harus memahami mengenai
permasalahan yang terkait dengan hal tersebut. Nah, permasalahan yang banyak
dirasakan masyarakat dan menjadi permasalah utama dalam odong-odongadalah
masalah cotrolling operator odong-odong. Dengan kita mengetahui
permasalahan tersebut lantas seharusnya kita fokus pada bagaimana memecahkan
masalah controlling pada permainan odong-odong.

Memang sudah ada teknologi yang mendukung mengenai controlling
sistem odong-odong. Tapi masih tidak ekonomis dikarenakan mahal. Device yang
digunakan untuk kontrol masih mahal. Perlu adanya terobosan baru dalam industri
ini. Ke depannya kami berharap ada putra putri Indonesia yang dapat menemukan
terobosan dalam bidang industri wahana ini. Salah satunya adalah layanan jasa controlling
usaha odong-odong hingga dapat membuat database omzet industri ini menjadi
lebih baik dan dapat diperhitungkan secara GDP formal Indonesia.