Kiat membangun tim yang solid dalam usaha Anda

Keberhasilan dari sebuah usaha bukan merupakan keberhasilan yang bersifat individu. Anda bukanlah superman. Dan tidak ada superman di dunia ini yang sukses tanpa bantuan dari orang lain. Itulah hal pertama yang mesti Anda pahami dari sebuah kesuksesan.

Kisah keberhasilan seseorang pastinya tidak lepas dari bantuan orang lain yang akhirnya membuatnya sukses. Seperti misalnya bapak Anu sudah menjadi pejabat tinggi, hal tersebut tidak terlepas dari bantuan orang tua, keluarga, anak-anaknya, teman, dan lain sebagainya. Jangan mengira bahwa keberhasilnya merupakan murni keberhasilan yang dirain oleh dirinya sendiri. Begitu juga dengan keberhasilan Anda. Ingat jika Anda berhasil jangan menjadi orang yang sombong. Berterima kasihlah kepada orang-orang yang menjadi pendukung keberhasilan Anda. Misalnya orang tua yang telah mendoakan Anda sejak kecil, istri Anda, atau pun anak-anak Anda serta juga tim kerja yang juga berdoa untuk Anda.

Bagi Anda yang merupakan seorang usahawan, tanpa bantuan dari tenaga kerja Anda pastinya Anda tidak bisa apa-apa. Betul kan? Maka dari itu kita harus menghargai segala jerih payah yang telah dilakukannya untuk terus menjaga perguliran usaha Anda. Keberhasilan bisnis tidak lain dan tidak bukan adalah keberhasilan dari pengelolaan SDMnya. Mengingat isi dari sebuah usaha adalah manusia. Jika Anda ingin berhasil maka Anda harus membangun manusianya.

 

Mengikatkan hubungan batin antara atasan dan bawahan

Salah satu keberhasilan bisnis adalah dengan komunikasi yang efektif. Banyak perselisihan dalam bisnis hanya merupakan hal sepele. Miskomunikasi. Untuk menghindari hal tersebut kita harus bisa membuat sebuah suasana kerja yang nyaman dan penuh dengan keterbukaan antara yang satu dengan yang lain. Salah satunya adalah bagaimana hubungan antara atasan dan bawahan itu enak.

Untuk bisa membangun hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan salah satunya adalah dengan berkomunikasi dengan baik. Sebagai atasan apalagi pemilik bisnis Anda memang harus disegani, tetapi bagaimana Anda bisa disegani dengan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan bawahan Anda. Salah satunya adalah dengan memberikan nilai-nilai yang baik. Timbulkan budaya perusahaan yang baik dan komunikatif. Junjung erat kebersamaan bahwasanya usaha ini tidak hanya milik Anda, tetapi juga milik rekan-rekan yang ada di dalamnya semuanya. Tanpa A,B, C dan sebagainya pastinya ada satu hal yang pincang di usaha ini. Karena diantara semuanya saling menunjang satu sama lain.

Bawa bawahan Anda ke dalam perasaan Anda. Perasaan yang mewakili kondisi perusahaan. Pada saat perusahaan sedang berkembang, banyak ajak bawahan Anda untuk mengetahui apa yang perusahaan rasakan. Dengan mengajak serta bawahan dalam masalah perusahaan khususnya usaha kecil, pastinya mereka bisa mengerti dan memahami. Karena tempat usaha tersebut merupakan tempat mereka mencari nafkah dimana saat ini tidak mudah untuk mencari pekerjaan lain di luar sana.

Sebagai seorang leader, Anda juga harus bisa membawa dan mengajak serta orang-orang untuk memiliki kesamaan visi dan misi dengan Anda. Tunjuk satu orang leader yang menjadi pemutus keputusan. Jangan sampai ada banyak bos yang akhirnya akan membuat bingung semuanya. Ibarat kereta api, tidak mungkin memiliki lokomotif 2. Pastinya lokomotifnya hanya satu saja. Atau ibarat matahari, tidak mungkin ada 2 matahari dalam satu bumi. Hanya ada 1 matahari dalam satu bumi. Begitu juga dengan pemimpin. Setiap bidangnya harus memiliki orang yang ditunjuk sebagai pemimpin sebanyak 1 orang saja.

 

Berusaha bukan berarti putus menuntut ilmu

Banyak orang yang berkata bahwa dia sangat sibuk mengurus bisnisnya. Sampai-sampai tidak sempat lagi “belajar”. Atau ada juga stigma / pandangan mengenai tidak perlunya bangku pendidikan formal kalau ingin menjadi pengusaha.
Kalau kita lihat dari hasil statistik (data riil yang dihimpun dari berbagai perhitungan ilmiah) mengenai orang-orang sukses, ternyata rata-rata adalah orang yang menempuh dunia pendidikan formal. Dan mereka merupakan orang-orang yang cerdas. Tidak hanya sekolah-sekolah saja. Bahkan dari berbagai kisah anak-anak yang di drop out (DO) dari kampusnya seperti Bill Gates (Microsoft) dan Mark Zuckenberg (Facebook) mereka dulunya adalah pemuda yang cerdas yang masuk ke perguruan tinggi ternama. Dan dari situ mereka pun memiliki jaringan yang banyak.
Sebenarnya esensi dari bersekolah adalah kita dapat bersosialisasi dengan teman-teman yang mana teman tersebutlah yang nantinya menjadi relasi kita di masa depan. Bersekolah tidak hanya menuntut ilmu saja, tetapi juga memperluas jaringan kita. Khususnya nanti ketika kelak kita sudah masuk ke dalam masa bekerja sebagai professional.
Maka dari itu sekolah atau pun berkuliah tidak hanya mengejar nilai semata. Dengan memiliki banyak teman tentunya akan banyak rejeki. Di masa depan misalnya teman kita tersebut apakah sudah menjadi pejabat atau pun petinggi perusahaan, maka kita sudah punya hubungan dekat denganya. Nah tentunya hal tersebut akan lebih memudahkan kita dalam melakukan khususnya hubungan bisnis. Daripada harus membangun hubungan kepercayaan dari nol. Dengan sudah menjadi teman sejak lama maka hubungan kepercayaan akan lebih mudah untuk terjalin.
Menuntut ilmu dari sector non formal
Kalau kita bicara menuntut ilmu dari sekolah formal seperti yang kita bahas pada pembahasan di atas misalnya, saat ini kita bicara mengenai menuntut ilmu dari sector non formal. Pada dunia bisnis memang tidak banyak dijumpai di sekolah-sekolah. Praktik pada dunia bisnis sangat jauh berbeda dengan teori yang kita dapat dari bangku sekolah. Pada dasarnya bangku sekolah tersebut adalah tempat dimana kita bisa mengubah mindset atau cara berpikir kita terhadap segala sesuatu. Dalam pengambilan keputusan misalnya.
Kalau kita berbicara mengenai ilmu bisnis yang bersifat teknis misalnya, ini memang mau tidak mau kita harus belajar dari lapangan. Kadang kita tidak menjumpai di teori yang ada di sekolah. Ataupun hal tersebut bukanlah bidang kita. Misalnya ada orang ekonomi yang bekerja di bidang teknik yang mengharusnya dia belajar mengenai ilmu teknik. Dengan kesempatan sekolah yang sudah sangat sulit kemungkinannya untuk ia ikuti maka caranya adalah dengan menuntut ilmu secara informal.
Menjadi pengusaha di bidang yang bukan merupakan latar belakang anda merupakan sebuah tantangan. Bagi anda yang haus dengan ilmu atau inovasi pastinya tidak akan berhenti untuk senantiasa mencari ilmu dari berbagai sumber. Walaupun ilmu tersebut tidak memiliki ijasah yang bisa menjadi nilai juga Anda. Ilmu tersebut Anda jadikan bahan bakar untuk memperbesar usaha anda sudah semakin memiliki kekokohan dan kebesaran kerajaan bisnis yang luar biasa.
Dari artikel ini dapat kita simpulkan bahwasanya menjadi pengusaha itu wajib menimba ilmu dari berbagai macam hal. Yang pertama adalah ilmu yang kita dapati dari bangku sekolah atau perkuliahan, dan ilmu yang kita dapati dari sector informal. Dengan meningkatkan ilmu tersebut, tentunya akan sepadan dengan peningkatan usaha Anda. Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis yang besar dan kompleks tentunya Anda harus membekali diri anda dengan ilmu yang tidak cetek juga. Oleh sebab itu janganlah sombong terhadap ilmu. Mari kita senantiasa meningkatkan ilmu kita untuk belajar lebih baik dan sempurna lagi.

 

Mencari dunia, dapat akherat

Mengutip sebuah syair dari band rock yang terkenal pada masanya, “kadang ku temui, obsesi batini, ambisi materi, naluri insane, yang terukir dalam cerita, melodi cinta…” Dewa 19.
Niat merupakan salah satu hal yang mendorong anda melakukan sesuatu. Misalnya Anda berniat untuk membeli gadget baru sehabis gajian, pastinya habis gajian nanti anda akan segera merealisasikan niat anda tersebut. Nah, pentingnya niat dalam menjalankan bisnis adalah untuk member dorongan internal dalam diri anda, semangat dalam menjalankan usaha Anda. Mengingat orang usaha tidak ada yang menyemangati secara langsung kecuali dirinya sendiri.

Kereta Panggung
Kereta Panggung

Lalu apa niat anda berusaha? Sebagaimana judul yang saya tulis di atas, mencari dunia, dapat akherat. Mungkin sebagian dari Anda mengusulkan judul yang terbali dengan yang saya tulis. Belajar dari para pemuka agama khususnya agama islam yang saya anut. Para ustad berkata, jika Anda mengejar dunia maka Anda akan mendapatkan dunia. Jika Anda mengejar akherat, maka Anda insyaallah akan mendapatkan dunia dan akherat.
Apa yang disampaikan oleh ustad tersebut sejalan dengan prinsip saya dalam menjalan usaha. Insyaallah niat berusaha dalam rangka ibadah untuk mengejar akherat yang mana hasilnya saya serahkan kepada yang di Atas. Mengenai judul mencari dunia, mendapatkan akherat yang dimaksud adalah menjadi saudagar sejati yang tidak terlepas dari pundi-pundi ibadah kepada sang Khalik.

Kereta panggung kereta gerobak
Kereta panggung kereta gerobak

Menjadi seorang pengusaha itu tidak memiliki atasan. Atasan Anda adalah Sang Maha Pencipta. Oleh sebab itu, ibarat kita bekerja misalnya, pintar-pintar kita mengambil hati atasan kita agar kita dinilai lebih baik, mendapatkan promosi jabatan, dan kenaikan gaji. Jika Anda ingin meningkatkan usaha Anda, lantas apa yang harus Anda lakukan adalah seperti ibarat karyawan tadi. Anda harus mengambil hati atasan Anda. Kalau dalam hal ini adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin Tuhan akan dekat dengan kita. Oleh sebab itu jika kita ingin memiliki usaha yang berkembang dengan pesat, salah satunya adalah dengan mendekatkan dirikepada yang di Atas.

kereta panggung dan kereta gerobak
kereta panggung dan kereta gerobak

Lantas sudah sejauh mana kita mendekatkan diri kepada Tuhan? Mari kita sejenak berkontempelasi, bermuhasabah, atau merenungkan mengenai apa-apa saja yang telah kita lakukan apakah itu kebaikan atau keburukan. Kita coba untuk memperbaiki diri hingga Tuhan semakin cinta dengan kita. Pada saat itulah doa-doa kita akan dapat dengan mudah dikabulkan dengan Sang Maha Pemberi tersebut.

 

Berbisnis dengan cinta

Apakah anda merasa stuck dalam bisnis anda? Padahal anda telah menjalaninya dalam waktu yang cukup lama. Coba anda perhatikan kembali atau melakukan review mengenai apa saja yang membuat usaha anda jalan di tempat.
Tahukan Anda bahwa perasaan itu bisa menentukan hasil. Nah, percaya atau tidak salah satu keberhasilan itu berawal dari kesukaan kita melakukan sesuatu. Dengan suka tersebut pastinya kita akan menjalaninya dengan senang hati dan ikhlas. Ternyata keberhasilan tersebut salah satunya adalah dengan ikhlas menjalaninya sehingga para pelanggan kita bisa menilai kita lebih baik. Salah satu hal yang bisa terlihat dari ikhlas tersebut adalah dengan menjalankan pekerjaan yang ada di depan mata kita dengan sebaik-baiknya.

kereta panggung mobilan kecil
kereta panggung mobilan kecil

Bagi anda yang baru memulai usaha, pertama-tama yang harus Anda miliki adalah rasa kecintaan terhadap usaha Anda sendiri. Ada istilah rumput tetangga lebih hijau daripada rumput yang ada di rumah sendiri. Ketika anda sedang memulai usaha Anda, pastinya memulai sebuah hal itu lebih sulit dibandingkan dengan menjalankan yang sudah eksis. Jika anda melihat kanan dan kiri apakah teman anda yang bekerja dengan gaji sekian misalnya, pastinya anda akan kembali tergiur dengan hal tersebut. Nah, hal inilah yang bisa menjadi noise dalam usaha Anda. Oleh sebab itu pentingnya mencintai usaha Anda di atas usaha atau pekerjaan lainnya. Ingat focus anda adalah membesarkan usaha Anda. Bukan usaha orang lain.

kereta panggung mobilan besar
kereta panggung mobilan besar

Anda harus yakin bahwa dengan kecintaan anda pada bisnis anda, maka apapun kondisinya apakah itu dalam suka maupun duka, anda harus senantiasa bersama dengan bisnis Anda. Sampai pada waktunya, Anda akan berlabuh di pantai tujuan Anda dengan selamat.

“Begitu lelah sudah, ku harus menepi… biduk telah ditambatkan berlabuh di pantaimu.. “

Seperti pada bait syair lagu di atas. Hal tersebutlah yang harus dipancakkan dalam hati Anda. Yaitu mengenai kecintaan terhadap apa yang sedang anda jalani saat ini. Dengan kecintaan tersebut bagaimana pun kondisinya Anda akan tetap setia, loyal, dan senantiasa memperbaiki diri untuk akhirnya memperbaiki usaha Anda tersebut.

 

Fokus dan konsisten: kunci dari keberhasilan bisnis

Banyak sekali bisnis yang gagal. Dari sekian banyak cerita ternyata hal yang paling banyak dijumpai adalah dikarenakan tidak focus dan tidak konsisten dengan bisnisnya. Banyak orang yang gagal dalam bisnis itu di awal. Bukan pada pertengahan atau pun pada akhir bisnis. Banyak orang gagal di awal ketika berusaha salah satunya adalah tidak focus dengan usaha utamanya.

kereta panggung model mobilan aki
kereta panggung model mobilan aki

Pada saat usaha anda sedang di awal permulaan memulai usaha, salah satu hal yang harus anda perhatikan adalah focus. Banyak orang yang kepingin ini dan itu, berharap usahanya langsung besar dan banyak memiliki cabang usaha. Padahal yang ada adalah musibah bahwa dia tidak bisa mengelola usahanya sekaligus.
Untuk memiliki usaha yang besar, ibarat anda menanam pohon. Pada saat pohonya masih berbentuk biji atau masih kecil, maka senantiasa dipupuk, diberi suplemen vitamin agar tumbuh dengan cepat, dsb. Kemudian dengan sendirinya ketika pohon anda sudah besar pastinya memiliki cabang-cabang, dimana cabang tersebut memiliki ranting-ranting. Yang di tiap ranting tersebut menghasilkan buah-buah. Nah, tentunya pada saat terbutlah yang dinamakan masa panen.
Sama dengan anda berusaha. Anda tidak akan bisa mengharap banyak dari usaha anda pada awal-awal pendiriannya. Dengan terus menerus memupuk usaha anda dengan focus dan konsisten, pastinya akan mengenalkan siapa anda di pangsa pasar anda. Anda akan memiliki cap mengenai apa yang anda lakukan secara konsisten tersebut. Dan hal itulah yang nantinya menjadi buah bibir bagi konsumen-konsumen anda. Mulai dari satu konsumen, kemudian menjadi dua, kemudian menjadi empat, kemudian menjadi enam belas, dan seterusnya yang bersifat eksponensial.

kereta panggung mobilan aki besar
kereta panggung mobilan aki besar

Inilah bedanya menjadi seorang pebisnis. Grafik perkembangan bisnis tidak bisa di prediksi. Tapi kecenderungannya adalah menuju peningkatan. Ada yang eksponensial, atau ada juga yang linear. Hal ini tergantung dari pupuk yang anda gunakan. Lalu apa pupuk bisnis tersebut? Pupuk bisnis tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah ilmu. Berbisnis itu tidak hanya berjualan semata. Tetapi anda harus senantiasa mengasah diri anda untuk menimba ilmu yang berguna untuk membesarkan usaha Anda. Kalau dalam istilah saat ini ada yang disebut dengan “Growth Hacking” intinya adalah bagaimana caranya kita bisa meng-hack skala pertumbuhan bisnis dengan fantastis dalam waktu yang lebih singkat.
Dengan adanya ilmu tentunya Anda akan dapat melihat peta atau situasi medan perang yang sedang anda hadapi. Dari situ Anda bisa memilih strategi yang tepat yang cocok dengan medan perang anda tersebut. Begitu juga dengan usaha Anda. Usaha perlu visi, misi dan strategi. Hal sederhana yang tidak pernah terpikirkan oleh orang-orang biasa yang melakukan usaha itu-itu saja dari waktu ke waktu. Sebagai contoh ada orang yang berusaha itu-itu saja dari zaman kita kecil sampai kita pun sudah memiliki anak. Nah, jika kita melihat hal tersebut, apa yang salah dari orang tersebut? Jawabannya sederhana, tidak memiliki visi, misi, dan strategi. (bersambung)

 

Odong-Odong Motor Bentuk Kepala Thomas

Halo para juragan odong-odong yang ada di seluruh Indonesia. Kali ini kami ingin membahas mengenai odong-odong motor dengan bentuk kepala Thomas. Barangkali ada yang belum pernah tau atau baru ingin mencari tau peluang usaha yang potensial di tahun 2017 ini.

Kereta motor atau yang biasa juga disebut dengan odong-odong motor memiliki berbagai macam bentuk. Diantara bentuk yang paling legendaris adalah bentuk kepala Thomas. Thomas menjadi salah satu icon yang paling banyak dijadikan tokoh asli dalam dunia perodong-odongan nasional. Mungkin karena bantuknya yang sangat unik dan lucu yang membuat anak-anak merasa sangat tertarik dengannya.

Jika kita berbicara mengenai kereta odong-odong tentunya tidak terlepas dari sosok Thomas yang satu ini. Thomas merupakan salah satu icon odong-odong yang sangat legendaris. Karena dibuat untuk berbagai macam wahana seperti kereta motor, kereta rel, kiddie ride atau mainan koin, dan berbagai varian wahana lain yang bentuknya sangat beragam namun dengan satu konsep: Thomas.

Odong-odong motor Thomas yang satu ini juga unggul dalam hal banyaknya orang yang bisa dinaiki di odong-odong ini. Kurang lebih kereta motor yang satu ini bisa mengangkut langsung 21 anak-anak sekaligus dalam setiap kali jalan. Tentunya hal tersebut bisa memaksimalkan pendapatan bagi sang penarik odong-odong bukan?

Tidak berhenti disitu, dengan modelnya yang sangat kekanak-kanakan, juga bisa menarik anak-anak yang melihat sepanjang perjalanannya. Kereta Thomas ini di desain dengan lukisan airbrush freehand yang bisa dipesan sesuai dengan permintaan konsumen. Sangat bernilai seni lho! Kami menjamin produksi odong-odong hasil keluaran kami di desain dengan tenaga-tenaga kerja professional di bidangnya, salah satunya adalah mengenai airbrush. Itu menjadi salah satu kelebihan kami dibandingkan dengan odong-odong lainnya. Kami juga berupaya untuk membuat desain sebaik mungkin atau bahkan mengikuti aslinya.

kereta mini rel bawah pasar malam
kereta mini rel bawah pasar malam

Berinvestasi odong-odong motor dengan anggaran minimalis
Bagi Anda yang memiliki budget tidak banyak untuk membeli odong-odong motor, Anda bisa melakukan siasat seperti ini: membeli untuk 1 buah loko dan 1 buah gerbong terlebih dahulu. Hal ini merupakan inspirasi dari salah satu pemuda yang pernah membeli kepada kami dengan memesan 1 buah loko dan 1 buah gerbong dikarenakan anggarannya yang sangat terbatas. Namun apa yang terjadi berikutnya adalah dia membeli kembali 1 buah gerbong dalam waktu sekitar 3-4 bulan berikutnya.

Tidak berhenti disana, dalam waktu 6 bulan berikutnya, dia menambah satu unit odong-odong motor lengkap. Jadi pada saat itu dia sudah memiliki odong-odong motor sebanyak 2 unit dari modal 1 loko dan 1 gerbong. Cerita pun tidak berhenti disini, setengah tahun selanjutnya lagi, diapun membeli lagi 1 set odong-odong motor full.

Pengangkutan odong-odong ke luar pulau Jawa
Pengangkutan odong-odong ke luar pulau Jawa

Nah dari kisah tersebut di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya apapun itu kita mulai dari bawah. Dari nol istilahnya. Dari situ apabila kita melakukan pekerjaannya dengan istiqomah atau ulet dan konsisten, maka kita akan mendapatkan hasil yang sebagaimana ingin kita raih. Impian itu dapat tercipta dari kerja keras sungguh-sungguh, ulet dan konsisten. Mari kita realisasikan mimpi kita dengan aksi yang konsisten!

 

Sharing usaha: Pentingnya satu visi dan satu prinsip dalam perserikatan usaha

 “Orang pintar adalah orang yang belajar dari pengalamannya, sedangkan orang bijak adalah orang yang belajar dari pengalaman orang lain”

Hi guys, berjumpa lagi dengan kami yang tidak bosan-bosan untuk berbagi mengenai pengalaman atau apapun yang kami pernah alami baik secara langsung, atau merupakan cerita dari rekan-rekan yang bisa dibagikan kepada Anda semua untuk pelajaran yang berharga. Kali ini sobat KMI ingin berbagi cerita kepada kita semua mengenai jatuh bangunnya usaha, khususnya bagaimana pengalaman KMI dalam mengelola internal usaha.

Para pebisnis pemula khususnya biasanya mengalami kesulitan terbesar dalam hal pembiayaan dan pemasaran. Seiring dengan berjalannnya usaha, kita akan sangat merasakan bahwasanya kita adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa menjadi seorang superman di dalam sebuah usaha, walaupun itu adalah konteksnya usaha kita sendiri (perseorangan). Kita banyak membutuhkan perpanjangan tangan. Contoh terkecil yang bisa kita cerna dengan baik adalah permasalahan mengenai belanja barang saja. Pastinya kita tidak bisa sendiri. Pada saat kita harus belanja barang yang mana memang harus kita yang datang ke toko/rekanan kita, maka secara otomatis kita membutuhkan orang untuk menggantikan posisi kita di tempat usaha kita yang harus senantiasa kita jaga dari waktu ke waktu.

Dalam hal manufaktur sebagaimana pengalaman kami (KMI) dalam mengelola sebuah industry manufaktur wahana mainan anak, sangatlah tidak mudah. Mungkin judulnya terkesan lucu, “produsen odong-odong”, tetapi nyatanya dalam praktik riil di lapangan kami merupakan salah satu industry yang bisa dikategorikan industry yang tidak ringan. Dengan produksi wahana permainan anak yang besar-besar bisa dikatakan bahwa kami memasuki industry berat.

Membuat odong-odong atau wahana permainan anak itu tidak mudah. Di hulu ini kami harus mengalokasikan berbagai macam sumber daya yang cukup kompleks mulai dari pemasok material, tenaga ahli produksi yang terdiri dari beberapa skill keahlian seperti fiberglass, air brush, welding, mekanikal & elektrikal, serta mesin, bank, lembaga perpajakan, ekspedisi, shareholders dan sebagainya. Kami harus memiliki mental yang kuat dan sangat sabar. Membangun industry manufaktur tidak sama seperti halnya perdagangan biasa. Disini dibutuhkan skill dan mental yang cukup mumpuni untuk akhirnya bisa survive di dalam industry.

Tingkat kesabaran yang dibangun tidak bisa hanya sebatas pada hitungan bulan ataupun di masa kurang dari 10 tahun. Ujian dan rintangan dalam usaha apapun sangat besar ombaknya pada saat-saat awal usaha khususnya dalam tahun do, re, mi atau tahun pertama, kedua, dan ketiga. Sudah barang tentu mindset yang dibutuhkan bukanlah kembali modal atau mengalami fase payback period dalam selang waktu kurang dari masa doremi tersebut.

Pelaku usaha manufaktur harus memiliki pandangan yang jauh ke depan mengenai perkembangan industrinya. Bukan hanya pandangan sempit dalam jangka waktu yang sangat cepat. Selain dari pandangan yang ada dalam internal manajemen tersebut, pihak manajemen juga harus memberikan sharing value atau berbagi mengenai nilai-nilai perusahaan kepada para anggotanya. Tidak terkecuali dari atas sampai dengan operator bawah.

 

Sulit untuk membagi visi

Ternyata pandangan dalam isi kepala manusia ini sangatlah berbeda-beda. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh sejauh mana tingkat pendidikan orang-orang yang ada di sekitar tempat usaha kita dan bagaimana pola pikir mereka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada.

Dalam sebuah organisasi apapun baik ormas ataupun bisnis sangat diperlukan kesatuan visi. Terkadang bagi kebanyakan orang khususnya orang-orang yang berada di tingkat strata bawah usaha, sangat sulit untuk memahami apa itu visi. Buat mereka visi merupakan suatu hal yang sangat abstrak yang sulit untuk diterapkan. Dari visi tersebutlah yang nantinya akan timbul nilai-nilai yang membentuk norma dalam sebuah organisasi.

Memang kita merasakan walaupun norma tersebut tidaklah ada secara tertulis. Dalam usaha kecil di tingkat UKM ini, terkadang norma sederhana mengenai sopan santun yang merupakan norma dasar yang ada di masyarakat saja masih sangat sulit untuk diterapkan.

Pada akhirnya sebuah visi bagi UKM hanya akan mentok di tingkat pemilik usaha saja. Parahnya lagi banyaknya kasus perceraikan perserikatan bisnis salah satunya adalah karena tidak satu visi dan satu prinsip. Hal tersebut yang pada akhirnya meluluh lantakkan bisnis itu sendiri hingga tercerai berai berkeping-keping bagai pesawat yang jatuh keras dari langit yang cukup tinggi.

Pentingnya bagi para pelaku UKM untuk memiliki kesamaan visi bagi para pendiri dan pemilik perusahaan jika memang didirikan secara bersama-sama. Perlu diyakini bahwa sebagai makluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Dalam konteks bisnis, kita tidak bisa menjalankan usaha kita secara sendirian. Ingatlah dengan filosofi sapu lidi, bahwa dengan bersatu tentunya kita akan menjadi lebih kuat. Namun jika bercerai-berai, maka kita cenderung menjadi lemah.

 

Tidak ada dua matahari dalam satu bumi

Frase di atas merupakan suatu ungkapan yang cukup mendalam mengenai arti kepemimpinan. Dalam suatu organisasi bisnis jangan sampai terpecah belah karena adanya dominasi kepemimpinan yang melahirkan kubu. Tidak boleh ada dua pemimpin dalam satu organisasi. Hal ini bisa di analogikan bagaimana lokomotif kereta api itu hanya ada satu. Ya, pastinya sangat repot jika dalam satu kereta api terdapat lebih dari satu lokomotif.

Kita harus belajar banyak mengenai nilai-nilai legowo. Terutama memahami arti pemimpin dan yang dipimpin. Jangan sampai setiap orang ingin berlaku sebagai pemimpin. Hormatilah pemimpin dan dukung pemimpin kita untuk menjadi lebih baik. Jika memang kita sudah menetapkan dalam kesepakatan bersama mengenai pemimpin yang ada diantara kita, maka sebagai pembawa panji terdepan dalam menentukan ke mana arah perjuangan bisnis kita, team yang di bawah pastinya harus memberikan dukungan sebesar-besarnya untuk mencapai kesuksesan bersama.

 

Menghormati norma yang berlaku baik secara tertulis maupun tidak tertulis

Prinsip sebuah usaha itu cukup sederhana. Perusahaan membutuhkan orang yang bisa kerja dan mau di atur. Itu saja. Dalam berbagai sharing lain dengan para pelaku usaha ada yang mengatakan bahwa usaha itu dikelola dengan dua cara saja, yaitu membina atau membinasakan.

Pada dasarnya kata membinasakan merupakan sebuah kata yang memiliki makna cukup keras. Tidak jarang kita jumpai banyak orang pintar di luar sana tapi sulit di atur. Yang akhirnya secara tidak sadar ia telah merusak tatanan system, menubruk norma-norma yang ada yang pada akhirnya dapat menimbulkan chaos di dalam organisasi/perusahaan.

Dalam pepatah melayu mengatakan, “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, artinya bahwa siapapun itu yang berada di tanah yang ia injak, memiliki norma atau aturan yang harus diikuti. Tidak bisa tidak. Bagi seorang karyawan yang ada di perusahaan dimana ia bekerja, sudah barang tentu ia harus menghormati norma atau aturan-aturan yang berlaku di perusahaan tersebut. Bukan dengan aturan apa yang ia mau sendiri. Tidak karena mentang-mentang ia pintar, lulus dari perguruan tinggi negeri favorit, lulus dengan nilai baik, pada akhirnya tidak bisa mematuhi norma yang ada dan malah menjadi orang yang keras kepala.

Pendidikan sejatinya membuat seseorang itu menjadi lebih bermanfaat dan bermartabat. Itulah yang dikatakan oleh bapak pendiri bangsa kita, Ir. Soekarno. Namun, dewasa ini kita dapat rasakan justru semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin buruk perangainya terutama terkait dengan kepatuhannya terhadap norma. Harapannya adalah bagi kita yang mengenyam pendidikan yang cukup tinggi sejatinya harus diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari, ditunjukkan dalam sikap kita yang semakin baik dan bijaksana.